Minggu, 26 Mei 2013

“ Akai Koudou “, the GazettE Lyrics [ Indonesian Translation ]


“ Akai Koudou “, the GazettE Lyrics [ Indonesian Translation ]


Lyrics : Ruki
Arranger the GazettE
Single : Reila [Lesson G]
Year : 2005


 

hikarabita machi yasekogareta norainu 
—kota kering, anjing liar yang kehilangan ketertarikan akan cinta

oita hifu musaboru kodomo no mure
—sekelompok anak yang merindukan kulit berumur

muryoku na ai no te wo sashinobeteru
 
—mengulurkan tangan cinta tak berdaya

haritsuke no jakusha wa itta—penyaliban yang lemah telah berbicara

God of death is calling me ...
—Dewa kematian memanggilku

God of death sings the last song
—Dewa kematian menyanyikan lagu terakhir

haitsukubatte doro kurau mono
 
—sesuatu yang berlutut di atas lumpur

"an eyes like the dead fish" no gotoku
—seolah sebuah mata serupa ikan mati

buzama na minikui aigan shite mo
 
—bahkan doa jelek yang tak berbentuk

kono jigoku ni wa OASHISU nado youi sarete inai—tak bisa membawakan oasis di dalam neraka ini

"mizu no nai umi no sakana"
—lautan ikan tanpa air

"su no naka de tomogui no ari"
—semut-semut pemakan di dalam sarangnya

"hebigawa de dekita hina no "
—boneka yang terbuat dari kulit ular

abura nashi ja moenu taiyou no shita—tak ada minyak terbakar di bawah matahari

God of death is calling us ...
—Dewa kematian memanggil kita

God of death sings the last song
—Dewa kematian menyanyikan lagu terakhir

ima
 toki ga shuuen wo sasu mukau basho ni koe wa naku
—sekarang saatnya menunjuk kematian, menuju tempat tanpa suara

tada
 tsumetai kaze to dosuguroi ame ga furishikiru oto dake munashii—hanya angin dingin dan suara hujan deras yang gelap dan kosong

subete no ikiru monotachi yo kodou wa ima mo kikoeru kai ?
—segala hal yang hidup! Bisakah kalian mendengar detak jantung ini sekarang?

asu he no hikari ga chi ni rakka shite mo
—cahaya untuk hari esok bercahaya di atas bumi

sono unmei kara me wo sorasanaide
—jangan palingkan mata dari takdir itu

toki ga owari no kane narashi
 nigeba sae taihai shiteru
—jika melarikan diri waktu akhir bel yang berdering bahkan hancur

tada
 soko ni wa kokyuu sura wasureteru 
—dan aku akan melupakan nafasku di sana

akaguroi nukegara no juutan
—karpet kulit merah gelap

mi wa hate tsuchi ni kaeru
 nemuri ni tsuita kodou-tachi
—di akhir tubuh akan pulang ke bumi, detak jantung-detak jantung ditentukan untuk tidur

sono mi
 wa chi wa nou wa hitotsu no tane ni nari
—tubuh, darah, otak, itu akan menjadi tunas tunggal

saisei no asa
 kirei na hana ni naru darousaat pagi ,kelahiran itu akan menjadi bunga yang cantik

0 komentar:

Posting Komentar